17 Rekomendasi Permainan Untuk Melatih Motorik Halus Sang Buah Hati

17 Rekomendasi Permainan untuk Melatih Motorik Halus Sang Buah Hati - Acosta Super Food

Saat anak memasuki usia masuk sekolah maka kemampuan dan kecerdasannya pun akan semakin meningkat. Meski di PAUD masih bermain, tetapi permainannya memiliki fungsi edukasi. Salah satunya permainan motorik kasar. Keterampilan motorik sangat bermanfaat untuk kehidupannya dan mengajarkan anak mandiri sedini mungkin. Contohnya: anak mampu mengancingkan bajunya tanpa bantuan, memegang sendok dan makan sendiri, dan masih banyak lagi.

Melatih motorik anak bisa dilakukan dari dia masih bayi, bukan hanya sebelum dia masuk sekolah atau pendidikan anak usia dini. Anda bisa melatih motorik halus bayi di rumah dengan bantuan mainan edukasi. Agar Anda tidak bingung, mainan edukasi anak apa yang cocok untuk digunakan melatih motoriknya, berikut ada rekomendasinya lengkap.

 

Rekomendasi Permainan untuk Melatih Motorik Halus Sang Buah Hati - Acosta Super Food

Rekomendasi Mainan Edukasi Anak Bayi

Semua mainan anak edukatif memiliki tahap usianya masing-masing. Mulai dari bayi hingga masuk sekolah. Di usia 0-6 bulan, bayi mulai cermat mengenali hal-hal yang ada di sekitarnya.

Untuk itu, pilih mainan yang memiliki warna cerah sehingga lebih menarik perhatiannya. Tak lupa, biasanya mainan edukasi bayi mampu mengeluarkan suara lembut untuk melatih sensornya. Bentuk dan desainnya pun sederhana.

1. Baby Gym

 

Play mat atau baby gym berupa alas yang dilengkapi dengan mainan lucu yang digantung di atasnya. Tak sedikit pula baby gym dibekali musik piano untuk merangsang anak memencet tombolnya.

Alas yang warna-warni akan merangsang kemampuan sensoriknya. Sedangkan musiknya sangat baik untuk kognitif anak, apalagi saat dia sudah berusia 4 bulan yang mulai memahami jenis-jenis suara.

Saat dia bermain di matras, berlatih tengkurap maka otot perutnya akan lebih terlatih. Bayi juga bebas mengikuti apa saja yang ingin diraihnya dari mainan yang tergantung.

Gerakan yang dilakukan bayi sangat bagus untuk kekuatan otot, lengan, dan lehernya.

2. Rattle

Rekomendasi Mainan Edukasi Anak Bayi - Acosta Super Food

Bukan hanya motorik saja yang penting, tetapi stimulasi kecerdasan otaknya pun tak kalah penting. Anda bisa menggunakan rattle untuk merangsangnya. Mainan bayi 6 bulan ini memiliki bentuk yang lucu dan berwarna-warni.

Ia juga bisa mengeluarkan suara. Bayi bisa diajarkan menggenggamnya dan ketika digerakkan maka ia akan berbunyi. Dari bunyi ini, bayi akan menoleh atau mencari asal suara.

Bisa diartikan, permainan ini akan membuat bayi lebih aware dengan suara. Apa yang ditangkap telinga akan merangsang syaraf informasi ke otak yang memerintahkan bayi untuk mencari sumber bunyi.

 

3. Baby Push Walker

Baby Push Walker - Acosta Super Food

Untuk bayi yang sudah aktif berdiri dan berjalan tertatih, berikan dia baby push walker yang memiliki desain lucu dan banyak fungsinya.

Terdapat mic yang memungkinkan bayi untuk bernyanyi dan panel lainnya yang interaktif serta menarik untuk bayi. Mainan ini juga bisa mengeluarkan bunyi atau nyanyian anak-anak.

Bukan hanya itu, roda mainan ini bisa diatur kecepatannya dengan mudah.

 

Jenis Mainan Anak 1-2 Tahun yang Sangat Edukatif

Berbeda dengan usia di bawah satu tahun, di usia ini bayi sudah harus dilatih kemampuan bahasanya. Kemampuan anak dalam menirukan suara atau bunyi yang didengarnya berkembang pesat.

Namun, bukan berarti Anda cukup mengajaknya mengobrol. Berikanlah mainan yang bisa bersuara. Apalagi dia sudah bisa berjalan, itu masa-masa dia suka bereksplorasi terhadap sekitarnya.

 

4. Balok Susun

Anda bisa mengenalkan anak terhadap bentuk, warna, angka, dan huruf menggunakan balok susun. Saat ini, balok susun memiliki beragam bentuk, berwarna-warni, dan dilengkapi dengan gambar atau tulisan.

Bukan hanya itu saja manfaat yang akan didapat anak, tetapi kemampuan kognitifnya pun semakin berkembang. Mulai dari pembentukan pola pikir seperti mengingat, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan yang tepat.

Anda sebagai orang tua pun bisa menemani bermain untuk membangun interaksi sosialnya.

5. Alat Musik: Xylophone

Alat Musik: Xylophone - Acosta

 

Suara yang keluar dari alat musik bukan hanya menghibur si kecil tetapi juga mampu mengasah motoriknya dalam menggenggam, memukul. Kemampuan sensoriknya menentukan lemah lembutnya suara yang keluar.

Bentuk mainannya sendiri ada beragam, seperti jerapah, gitar, dan lain sebagainya dengan warna yang menarik perhatian.

 

6. Olahraga Ringan

Dengan mengajaknya melakukan olahraga ringan, bukan hanya fisiknya saja yang sehat. Namun, koordinasi antara tangan dan anggota tubuh lainnya akan turut terlatih.

Anak pun terdorong lebih aktif bergerak. Contoh permainannya adalah bermain bola, bersepeda untuk melatih keseimbangan.

 

7. Mainan Miniatur

Mainan miniatur bisa melatih daya ingat anak serta membantunya mengenal nama serta bentuknya. Anda bisa memberikannya mainan miniatur hewan, mobil-mobilan, dan lain sebagainya.

Anak juga bisa bebas berimajinasi dengan figur yang ada. Misal menirukan suara hewan atau memainkannya dengan bertarung sembari duduk tanpa banyak bergerak ke sana kemari.

Mainan anak 2 tahun ini bukan hanya miniatur benda saja tetapi ada juga yang berupa huruf dan angka tiga dimensi untuk mengajarkannya mengenal huruf dan angka.

Saat anak sudah beranjak sedikit dewasa, permainan ini bisa digunakan untuk berhitung atau membentuk kata.

 

Permainan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun

Usia 5-6 tahun merupakan usia anak mulai masuk sekolah taman kanak-kanak yang akan diajarkan untuk berhitung dasar dan melatih kemampuan motoriknya lebih mendalam.

Berbagai pilihan stimulasi bisa Anda berikan, contoh permainan edukasi 5-6 tahun untuk anak yaitu:

 

8. Menggambar dan Mewarnai

Kegiatan ini bukan hanya melatih daya imajinasi atau kreativitas anak, tetapi juga menjadi kegiatan pertama dirinya menggenggam pensil dan krayon. Goresan tangannya membutuhkan koordinasi dari otak, mata, dan tangan.

Perlahan, ajarkanlah dia untuk memegang pensil atau krayon dengan benar.

9. Fun – Doh Tea Time

Umm, sore sore enaknya buat teh nih dan cemilanya! Kamu bisa berkreasi membuat teh dari Fun-Doh juga loh, sudah lengkap dengan tekonya! Wah menarik banget kan? yuk ajak teman-temanmu untuk berkumpul dan membuat teh dengan Fundoh 😉

Tapi taukah kamu manfaat dari Bermain Fun-Doh?
– Fun-Doh mengasah kreativitas dan imajinasi pada anak
– Fun-Doh memperkenalkan banyak warna loh
– Fun-Doh bertujuan untuk melatih motorik dan sensorik pada anak
– Tenang, Fun-Doh aman loh digunakan untuk anak-anak karena berbahan dasar tepung dan juga garam serta pewarna makanan. Jadi gabakalan worry lagi deh kamu!
– Bermain dengan teman-teman jadi lebih asyik jika bermain Fun-Doh

10. Menjiplak

Anda bisa membuat sebuah bentuk di kertas karton lalu mengguntingnya sesuai dengan pola. Mintalah anak untuk meniru pola tersebut di bukunya. Misalnya membuat bentuk yang sederhana seperti lingkaran, kotak, segitiga.

Atau buat bentuk sayuran, hewan, atau buah lalu perintahkan anak untuk menghiasinya agar tampak menarik.

 

11. Origami

Melipat kertas bisa melatih otot tangan dan jarinya. Pertama kalinya, ajarkanlah lipatan sederhana. Contohnya lipatan persegi panjang, kotak, segitiga, dan lain sebagainya.

Apabila anak sudah bisa, Anda bisa melanjutkan dengan membentuk benda. Contoh kapal, pesawat, hewan, dan masih banyak lipatan kertas lainnya. Anak juga akan lebih fokus dan mampu mengikuti instruksi lebih baik.

 

12. Menggunting Kertas

Di sekolah, anak akan diajarkan untuk menggunting kertas. Pertamanya, dia akan dibebaskan menggunting tanpa pola. Selanjutnya, anak akan diminta menggunting membentuk lingkaran, kotak, atau bentuk lain.

Tujuan aktivitas ini adalah untuk melatih koordinasi mata dan tangan, kesabaran, merangsang kekuatan jari tangan, serta ketelitiannya.

 

13. Menempel dan Melepaskannya

Tujuan dari mengajak anak bermain menempel dan melepaskan adalah melatih kelenturan dan kekuatan otot tangannya serta ketelitiannya. Anda bisa menggunakan media puzzle atau sticker.

 

14. Meronce

Meronce atau merangkai benda menjadi satu kesatuan. Anda bisa menggunakan manik-manik, kertas, sedotan, atau benda lain untuk dirangkai menjadi sebuah kalung, gelang, atau hiasan dengan benang atau tali.

Bukan hanya melatih kekuatan otot tangan, kegiatan ini juga melatih kelenturannya dalam meronce benda.

 

15. Melukis dengan Jari

Umumnya, melukis menggunakan kuas. Namun, di masa taman kanak-kanak anak akan diajarkan untuk melukis menggunakan jari. Tentunya, media cat warnanya berbeda.

Guru atau orang tua bisa membuatnya sendiri menggunakan bahan tepung tapioka dan air yang dididihkan lantas diberi pewarna makanan. Setelah dingin, bubur warna inilah yang akan digunakan untuk melukis.

Teksturnya yang kenyal, lembek, dan basah akan mengajarkan anak lebih peka, terkhusus indera perasanya. Bukan hanya itnnju, daya imajinasinya pun tersalurkan dengan cara menyenangkan.

 

16. Memasang dan Melepas

Untuk merangsang anak agar mampu memegang benda kecil, lakukan praktik melepas dan memasang kancing baju. Hal ini juga baik untuk melatih koordinasi kedua tangan.

Kegiatan ini juga bisa digunakan untuk melatih kesabaran anak apabila belum bisa. Anda juga bisa memulainya dengan benda yang lebih besar seperti memasang dan menutup atau membuka tutup botol.

Kegiatan memasang dan membuka tutup botol bisa menambah kekuatan jari tangan dan koordinasi mata dan tangan.

 

17. Menghubungkan Titik-titik atau Mencocokkan

Kegiatan menghubungkan titik-titik menjadi sebuah benda menjadi satu aktivitas favorit anak ketika bersekolah. Anda bisa membuatnya sendiri atau membeli buku khusus.

Titik-titik ini bisa berupa angka, huruf, kata, atau gambar. Selain untuk melatih jari tangan, bisa juga untuk latihan menguatkan otot lengan.

Ada juga latihan mencocokkan satu gambar dengan gambar lainnya. Hal ini akan mengajarkan anak lebih teliti. Usahakan jika anak melakukan kegiatan ini di atas meja agar lengannya lebih fleksibel saat bekerja.

Aktivitas-aktivitas untuk melatih motorik anak di atas harus dilakukan secara rutin agar hasilnya lebih maksimal. Dengan melakukan aktivitas di atas, otot lengan, jari, serta tangannya lebih terlatih dengan baik.

Yang perlu Anda pahami, motorik halus dan motorik kasar anak haruslah seimbang. Karena tanpa keduanya, aktivitas dasar akan sedikit sulit terlaksana.

Motorik kasar ini berhubungan erat dengan aktivitas anak seperti berdiri dengan satu kaki yang seimbang, duduk tegak, dan lain sebagainya yang menopang kegiatan motorik halus.

Di usia anak sekolah, anak akan diajarkan untuk berlari, lari di tempat, melompat, jongkok, memanjat, olahraga ringan, dan lain sebagainya yang termasuk dalam motorik kasar.

Jadi, bukan hanya motorik halusnya saja yang dioptimalkan tetapi motorik kasarnya juga.

Permainan dan aktivitas di atas bisa digunakan untuk melatih motorik halus anak dan kasarnya secara bersamaan. Contohnya mendorong, meniru gerak hewan, bermain bola.

Gampang sekali dan tidak perlu banyak ribet, Anda bisa memanfaatkan berbagai benda di sekitar Anda dan jadikan itu mainan edukatif untuk melatih motorik halus dan kasarnya secara sederhana.

Macam Macam Permainan untuk Melatih Motorik Halus Sang Buah Hati

1. Baby Gym 2. Baby Push Walker 3. Balok Susun 4. Mainan Miniatur

Contoh Permainan Edukasi 5-6 Tahun Untuk Anak

1. Menggambar dan Mewarnai 2. Menjiplak 3. Origami

Kenapa Motorik Halus Dan Motorik Kasar Anak Haruslah Seimbang

.Karena tanpa keduanya, aktivitas dasar akan sedikit sulit terlaksana.Motorik kasar ini berhubungan erat dengan aktivitas anak seperti berdiri dengan satu kaki yang seimbang, duduk tegak, dan lain sebagainya yang menopang kegiatan motorik halus.

Artikel terkait