7 Permainan Tradisional Anak Yang Murah Dan Edukatif

Mainan Anak- Permainan Tradisional Anak yang Murah dan Edukatif - Acosta

Anak-anak tak lepas dari mainan baik generasi dulu hingga kini. Mainan menjadi sarana bersosialisasi dan hiburan. Permainan tradisional nyatanya juga mampu bertahan hingga era teknologi seperti saat ini. Meskipun mainan tradisional menggunakan  alat sederhana namun tak kalah mengasyikan dibandingkan mainan modern.

Mainan tradisional mendorong pemainnya lebih aktif bergerak. Tak sedikit mainan tradisional yang mampu dijadikan media edukasi. Anak-anak bisa terhibur sekaligus belajar di waktu yang bersamaan. Berikut 7 permainan tradisional anak yang murah dan edukatif dibawah ini yang bisa Anda ajarkan pula kepada buah hati di rumah :

 

1. Layang-Layang

Layang-layang - Permainan Tradisional Anak yang Murah dan Edukatif - Acosta Super Food

Cara permainan layang-layang memang cukup sederhana yakni menerbangkan layangan dengan bantuan angin dan dikontrol memakai gulungan benang. Meski sederhana namun permainan ini perlu ketangkasan agar layangan tetap seimbang melayang di udara. Ternyata bermain layang-layang juga memiliki banyak manfaat bagi anak-anak diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Mendorong anak untuk aktif bergerak seperti berjalan dan berlari. Ketika hendak menerbangkan layangan pemainnya harus berlari kecil sambil menarik gulungan benang agar layangan bisa melayang. Berlari merupakan olahraga yang bagus untuk kesehatan jantung buah hati
  • Bermain layang-layang juga melatih kesabaran buah hati. Tak jarang layang-layang yang ingin diterbangkan tak segera melayang karena tak ada angin. Pemainnya pun harus bersabar menunggu angin datang serta saat sudah melayang butuh kesabaran untuk mempertahankan layangan tetap dalam kondisi stabil.
  • Menerbangkan layangan juga butuh penglihatan yang bagus. Pasalnya menatap layangan di langit biru akan mengatur saraf dan otot mata jadi lebih baik lagi. Hal ini menjauhkan anak dari kelelahan mata dan terhindar dari rabun jauh.
  • Permainan layang-layang juga sebagai media bersosialisasi anak dengan teman-temannya. Biarpun layangan bisa dimainkan oleh satu orang saja namun tak jarang saat menerbangkannya butuh kerja sama orang lain.
  • Mainan tradisional anak ini juga mampu mengasah kreativitas buah hati dan memahami dinamika angin. Anak akan lebih percaya diri karena mengandalkan kemampuannya sendiri dalam mengomando layang-layang.

Biarpun memiliki beragam manfaat bermain layang-layang juga akan membuat kulit si kecil lebih gelap karena terpapar sinar matahari. Tak hanya itu saja penting bagi Anda untuk memperingatkan anak-anak bermain di tempat yang aman. Anjurkan bermain layang-layang di tanah lapang seperti lapangan atau tempat yang jauh dari kendaraan berlalu-lalang.

 

2. Enggrang

Mainan anak-anak tradisional lainnya adalah enggrang. Cara bermainnya adalah menempatkan kaki pada galah kemudian berjalan dengan menjaga keseimbangan tubuh. Biarpun terlihat mudah nyatanya tak banyak orang bisa melakukannya bahkan dari kalangan dewasa.

Mainan anak ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Ada yang terbuat dari bambu maupun kayu bahkan ada yang menggunakan batok kelapa sebagai pijakannya. Manfaat permainan enggrang bagi anak-anak tidak bisa dipandang sebelah mata.

    1. Enggrang mampu mengajari anak untuk mengatur keseimbangan tubuh serta fokus dalam menentukan pijakan yang tepat saat berjalan
    2. Permainan ini juga mampu mengasah otak kanan dan otak kiri. Otak kanan melatih anak untuk sabar dan menjaga kekompakan. Sementara otak kiri dituntut untuk berpikir kalkulasi
    3. Anak jadi lebih tangkas dan reflek akan hal-hal di sekitarnya. Otot pada tangan dan kaki juga ikut terlatih dengan permainan ini.

 

3. Gelembung Sabun

Gelembung Sabun - Acosta Super Food

 

Mainan anak-anak ini bisa dibilang sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dahulunya gelembung sabun diperoleh dari getah batang daun jarak dan bunga sepatu. Kini gelembung sabun bisa dibuat dari air dan sabun saja. Manfaat mainan ini juga beragam yakni :

  • Mampu memperkenalkan keterampilan visual pada anak lewat gelembungnya. Anak-anak bisa melacak, mengikuti dan fokus pada sesuatu yang dimainkannya
  • Gelembung sabun juga melatih kemampuan oromotor yakni koordinasi motorik mulut. Hal ini ditengarai adanya pergerakan pada rongga mulut dan bibir pada anak-anak. Mata, tangan dan juga kaki juga turut andil dalam permainan ini
  • Anak-anak juga dilatih kesabaran, motorik halus dan kasar karena biasa mengejar dan membungkuk untuk meraih gelembung sabun, hingga meningkatkan perkembangan ototnya
  • Kemampuan kognitif dan bahasa buah hati juga ikut terasah melalui permainan ini
  • Melalui permainan gelembung sabun anak-anak juga bisa lebih akrab dengan teman sebayanya. Melalui permainan bisa jadi media komunikasi bagi anak-anak dengan orang yang baru ia kenal

Gelembung sabun cocok untuk anak usia diatas 5 tahun. Anak usia 2-3 tahun juga bisa bermain permainan ini namun harus Anda dampingi. Ia bisa memecahkan gelembung dna mengejar gelembung sabun yang Anda buat. Pastikan anak Anda tidak memasukan gelembung sabun kedalam mulutnya saat bermain.

Gelembung sabun yang tersedia di pasaran saat ini biasanya tidak mudah untuk meletus di udara. Gelembung yang dihasilkan juga lebih besar dan mudah dibuat. Dalam sekali tiupan jumlah gelembung yang dibuat jauh lebih banyak.

 

4. Ketapel

Ketapel biasa dimainkan oleh anak-anak laki-laki yang dimainkan saat musim buah-buahan. Lewat permainan ini anak-anak dilatih mampu membidik buah yang berada di ketinggian tertentu bisa dijatuhkan dengan menggunakan tembakan peluru dari kerikil. Ketapel biasanya terbuat dari kayu dan karet sebagai penarik pelurunya.

Melalui permainan ini anak-anak dilatih untuk fokus dan berkonsentrasi. Penglihatan mata juga terasah karena perlu membidik sasaran yang dituju. Ketapel mengasah otot pada tangan dan lengan anak-anak.

Buah hati juga belajar bagaimana gaya pegas mampu menghasilkan dorongan yang kuat sehingga peluru bisa ditembakan ke ketinggian tertentu. Selain itu ketapel juga bisa jadi alat untuk membela diri dari hewan buas. Ketapel juga mudah dibuat sendiri oleh anak-anak dengan memanfaatkan barang bekas.

 

5. Engklek

 

Engklek walaupun terkesan seperti mainan anak tradisional jawa nyatanya asal muasalnya berasal dari luar negeri. Bisa dibilang permainan ini merupakan mainan tradisional yang ada di seluruh dunia. Cara bermainnya adalah lompat-lompat dengan satu kaki di tanah yang sudah digambari dengan bangunan kotak-kotak.

Engklek dikenal pula dengan nama hopscotch yang dimainkan sejak tahun 27 sebelum masehi oleh anak-anak Romawi. Terkait bangunan kotak-kotak yang dibangunnya bisa menyerupai jaring-jaring kubus. Ada pula yang berbentuk siput bahkan yang paling populer ialah 8 kotak dengan satu bidang setengah lingkaran.

Engklek bisa dimainkan oleh banyak anak dan dimanapun bahkan didalam rumah. Kelebihan permainan ini bagi anak Anda adalah sebagai berikut :

    1. Melatih keseimbangan tubuh dan koordinasi kaki, mata dan tangan saat bermain
    2. Mampu memecahkan masalah dan mendorong anak untuk mampu berpikir mengatur strategi untuk memenangkan permainan
    3. Engklek nyatanya mampu dijadikan media untuk mendeteksi masalah psikologi. Melalui permainan ini orang tua dapat mendeteksi masalah yang dihadapi si kecil. Misalnya saja anak kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan anak-anak lainnya
    4. Permainan ini juga bisa dijadikan media belajar matematika bagi si kecil. Dalam kotak engklek biasa diberi angka untuk menandai jumlah gaco. Secara tidak langsung anak akan belajar berhitung dan mengenal angka dari permainan ini.
    5. Kemampuan motorik dan sosial anak juga meningkat melalui permainan engklek. Selain itu permainan ini tergolong murah meriah bahkan tak butuh modal besar. Anak bisa menggambar kotak engklek memakai kapur bila di lantai atau menggunakan ranting pohon jika di tanah.

 

6. Lompat Tali

Tak hanya orang dewasa saja, anak-anak juga suka bermain lompat tali. Bisa dibilang permainan ini dapat menjadi sarana olahraga bagi buah hati yang menyenangkan. Lompat tali bisa dimainkan sendirian maupun secara berkelompok. Lompat tali ini bisa menggunakan karet gelang yang disusun rapi.

Manfaat bermain lompat tali bagi anak-anak bisa Anda simak dibawah ini :

    • Lompat tali mampu mendorong anak untuk lebih berani. Ia ditantang untuk mampu melewati ketinggian tertentu. Anak jadi tidak mudah takut dan berani menantang dirinya sendiri untuk mampu berkembang dan meningkatkan kemampuannya.
    • Lompat tali sangat menyehatkan karena anak-anak dituntut untuk lebih banyak bergerak. Dalam permainan ini anak juga harus melompat dan tak jarang berlari
    • Permainan ini mampu meningkatkan otot motorik serta membuat anak-anak jadi semakin lincah dalam bergerak.
    • Selain menghibur lompat tali juga melatih kerja sama anak-anak yang bermain dalam satu tim
    • Anak-anak juga belajar disiplin dan menaati peraturan yang telah disepakati bersama
    • Bagi anak-anak yang obesitas permainan ini bisa jadi sarana untuk menurunkan berat badannya
    • Berdasarkan Jump Rope Institute menyatakan bahwa dengan melompat anak-anak juga melatih otak kanan dan kirinya. Kesadaran spasial ikut terlatih, juga meningkatkan kewaspadaan dan daya ingat sehingga kemampuan membacanya juga ikut meningkat
    • Anak-anak juga bisa berlatih keseimbangan tubuh dan mampu meningkatkan kesehatan jantung anak-anak

 

7. Yoyo

Yoyo - Acosta Super Food

Mainan yoyo sangat populer di dunia termasuk di Indonesia. Pemain yoyo kebanyakan berasal dari anak laki-laki. Cara memainkannya dengan mengayunkan yoyo naik turun dengan tali sebagai pengaitnya. Saking populernya mainan ini bahkan ada perlombaan yoyo yang juga diikuti oleh orang dewasa.

Yoyo sendiri dinobatkan sebagai permainan tertua kedua setelah boneka. Yoyo telah dimainkan oleh bangsa Yunani 500 SM namun permainan ini lebih populer di Inggris dan Perancis pada 1700. Yoyo juga hampir dimainkan setiap anak-anak di Amerika Serikat. Mulanya yoyo terbuat dari kayu dan tanah liat kini beralih menggunakan plastik yang lebih ringan.

Permainan yoyo membantu anak untuk sabar karena menjaga keseimbangan yoyo pada tali. Bermain yoyo juga seperti bermain catur butuh konsentrasi yang tinggi. Tak hanya itu saja mainan ini membutuhkan trik serta kemampuan logika. Permainan ini juga mengasah otak kanan dan otak kiri pemainnya. Otot pada tangan anak juga terlatik. Yoyo juga mampu mengasah kemampuan motorik pada anak.

Kenyataannya tak semua orang bisa bermain yoyo. Walaupun begitu bila dilatih setiap hari ada banyak trik yoyo yang biasa dikuasai. Anak-anak pun jadi memahami bahwa bila ingin terampil harus giat dan tekun berlatih. Permainan yoyo bisa jadi pilihan bagi anak-anak yang ingin menghabiskan waktu di rumah saja.

 

Selain  7 permainan tradisional anak yang murah dan edukatif di atas masih banyak lagi mainan jadul yang bisa dijadikan sarana hiburan. Tidak lupa untuk selalu menjaga kebersihan mainan dan anak Anda.

Bermain memang penting namun ingat untuk tidak berlebihan agar kesehatannya juga ikut terjaga. Semoga permainan diatasi mampu menambah keceriaan anak dan menginspirasinya menjadi pribadi yang lebih kreatif.

3 Permainan Tradisional Anak yang Murah dan Edukatif

1. Layang-Layang 2. Enggrang 3. Engklek

Manfaat permainan enggrang bagi anak-anak

a. Enggrang mampu mengajari anak untuk mengatur keseimbangan tubuh serta fokus dalam menentukan pijakan yang tepat saat berjalan b. Permainan ini juga mampu mengasah otak kanan dan otak kiri. Otak kanan melatih anak untuk sabar dan menjaga kekompakan. Sementara otak kiri dituntut untuk berpikir kalkulasi c. Anak jadi lebih tangkas dan reflek akan hal-hal di sekitarnya. Otot pada tangan dan kaki juga ikut terlatih dengan permainan ini.

Manfaat Bermain Gelembung Sabun

- Mampu memperkenalkan keterampilan visual pada anak lewat gelembungnya. Anak-anak bisa melacak, mengikuti dan fokus pada sesuatu yang dimainkannya - Anak-anak juga dilatih kesabaran, motorik halus dan kasar karena biasa mengejar dan membungkuk untuk meraih gelembung sabun, hingga meningkatkan perkembangan ototnya - Kemampuan kognitif dan bahasa buah hati juga ikut terasah melalui permainan ini

Artikel terkait