9 Mainan Murah Meriah Yang Seru & Digemari Anak

Mainan Murah Meriah yang Seru & Digemari Anak - Acosta

Pernahkan Anda mengamati tingkah laku anak bayi sampai pra sekolah? Meski sudah dibelikan mainan mahal, biasanya mereka tetap menggemari mainan murah meriah dari barang-barang yang biasa ditemui sehari-hari di rumah.

Dengan bahan-bahan tersebut, Anda bisa mengkreasikan mainan unik murah meriah.

Jangan salah kira, mainan murah tetap bisa menstimulasi perkembangan anak. Mainan murah biasanya akan memicu kreativitas dan daya imajinasi anak. Selain itu, aktivitas fisik juga bisa meningkat yang bisa memberikan banyak manfaat bagi perkembangan fisik anak.

Berikut ini adalah beberapa contoh mainan murah dan hal-hal di rumah yang bisa disulap menjadi mainan untuk anak.

 

1. Kotak Kardus

Kotak Kardus - Acosta Super Food

Setelah membeli perkakas elektronik, kardusnya jangan dulu dibuang. Kardus-kardus tersebut bisa dimanfaatkan sebagai mainan anak. Terlebih lagi untuk kardus-kardus berukuran besar seperti kardus pembungkus mesin cuci, kardus tv, dll.

Bagi anak balita, kardus juga bisa digunakan untuk menstimulasi motoriknya. Anda bisa mengarahkan anak untuk mendorong kardus yang berisi beban ringan. Motorik halus dan kasarnya bisa dilatih selama proses bermain.

Bagi anak usia 4-6 tahun, Anda bisa membuatkan mainan unik. Kardus cukup mudah dikreasikan menjadi berbagai mainan. Beberapa ide mainan yang bisa dikreasikan dari kardus misalnya helm, pedang-pedangan, rumah-rumahan, mobil-mobilan, dll.

Anda juga bisa mendampingi anak membuat sendiri mainannya dari kardus tersebut. Hal ini untuk mengasah kreativitas, imajinasi dan melatihnya terbiasa menciptakan sesuatu sendiri.

 

2. Selimut

Anak-anak juga cukup gemar memainkan selimut. Anak usia batita biasanya menarik-narik selimut untuk bermain. Selimut juga bisa menjadi sarana untuk bermain cilukba.

Bagi anak berusia 4-6 tahun yang sudah cukup bernalar, Anda bisa memanfaatkan selimut untuk membuat ala-ala tenda. Anda bisa menggunakan kursi, meja, atau sofa sebagai penopang.

 

3.Kertas

Saat melihat buku, anak batita pasti tergerak untuk mengambil dan merobeknya. Anak batita sedang banyak melakukan eksplorasi motorik. Kertas memang terasa menarik bagi mereka.

Mainan yang biasa diberikan oleh orang tua biasanya terbuat dari bahan solid. Hal tersebut memang berfungsi untuk melatih motorik halus melalui genggaman anak pada mainan.

Namun, setelah mendapati kertas yang rapuh dan mudah dirobek, mereka seolah mendapat experience baru. Maka dari itu, tiap kali melihat kertas mereka pasti berambisi untuk merobeknya.

Kertas adalah salah satu barang murah yang bisa menjadi mainan anak. Mainan paling sederhana yang bisa dibuat dari kertas adalah bola.

Jika Anda memiliki anak berusia 4 tahun atau di atasnya, melipat kertas bisa menjadi aktivitas bermain yang bisa mendorong pertumbuhannya. Anda bisa mengajarkan membuat kreasi sederhana seperti pesawat, setelah semakin dewasa Anda bisa mengajarkan membuat origami bentuk bangau yang lebih kompleks.

 

4. Alat Tulis

Anak-anak sangat senang mencorat-coret sesuatu. Anda bisa memberikan alat tulis baik pensil, pulpen maupun spidol dan biarkan anak mencorat-coret di kertas. Jika ingin sedikit modal, Anda bisa memberikan white board.

Sebagai permulaan, biarkan dia mengeksplor cara memegang alat tulis yang pas dan mencorat-coret sesukanya. Secara bertahap Anda bisa mengajarkan anak untuk membuat suatu gambar atau menuliskan huruf dan angka.

 

5. Botol Kemasan

Botol Kemasan - Acosta Super Food

 

Di rumah Anda pasti ada banyak botol kemasan bekas. Botol-botol tersebut juga bisa Anda kreasikan jadi mainan anak murah meriah.

Mainan paling sederhana yang bisa Anda buat dari botol adalah pin bowling. Supaya lebih menarik, warnai botol-botol tersebut dengan warna-warna cerah. Dengan itu Anda bisa sekaligus mengenalkan berbagai varian warna pada anak.

Jika Anda memiliki anak berusia 4 tahun atau di atasnya, Anda bisa membuat mainan yang lebih kompleks. Anda bisa mengajak anak untuk terlibat dalam pembuatan mainan untuk melatih mereka menghargai proses.

Beberapa ide mainan yang bisa dibuat dari botol diantaranya: pesawat, roket, kapal selam, kincir angin, perahu, dll.

 

6. Bola

Bola - Acosta Super Food

Bola adalah salah satu mainan yang harganya cukup terjangkau. Anda bisa mendapatkan harga yang lebih miring jika membeli di toko grosir mainan anak murah meriah.

Bola plastik kecil warna-warni yang biasanya untuk mandi bola saja, harganya hanya sekitar 35 ribu 1 paket keranjang besar. Jika membeli paket dengan isi lebih sedikit, harganya tentu lebih murah.

Ada juga bola karet yang harganya sekitar 10 ribuan, bahkan ada yang di bawahnya.

Bola adalah salah satu mainan yang sangat menarik buat anak. Bermain bola juga baik untuk anak karena banyak aktivitas fisik yang terjadi. Anak akan berlari mengejar bola, bisa menendang, melempar dan juga menangkapnya.

Hal tersebut sangat bagus untuk melatih motorik halus dan kasarnya. Selain itu, anak juga bisa melatih koordinasi antara otak dengan mata, tangan dan kaki.

 

7. Mainan dari Kayu & Bambu

Banyak mainan edukatif yang terbuat dari kayu. Mainan tersebut biasanya berbentuk balok susun atau mainan puzzle. Harganya relatif, tergantung tempat menjualnya.

Tapi sebenarnya Anda bisa membuat sendiri mainan dari bahan kayu. Tidak perlu yang terlalu rumit, Anda bisa saja membuat balok susun berbentuk kubus kemudian diberi warna.

Stik es krim juga bisa Anda manfaatkan menjadi mainan. Anda bisa merangkainya menjadi suatu bentuk menyerupai pesawat, kapal, dll.

Selain kayu, bambu juga bisa dimanfaatkan untuk membuat mainan anak. Orang tua di desa kerap memberikan mainan dari bahan bambu. Senapan bambu, dikenal juga dengan istilah tulup atau pletokan adalah salah satu mainan anak yang paling populer.

 

8. Oobleck dari Tepung Jagung

Slime adalah salah satu mainan anak yang cukup populer. Slime adalah suatu mainan yang menyerupai lendir. Slime yang asli terbuat dari lem dan aktivator kimia. Campurannya tentu saja sudah teruji aman untuk anak.

Jika Anda ingin memberi mainan serupa slime kepada anak, Anda bisa membuatnya sendiri dengan tepung jagung. Bahan yang dibutuhkan hanya tepung jagung, air, dan pewarna makanan.

Ketiga bahan tersebut tinggal dicampurkan dan akan membentuk slime ajaib yang bisa bertekstur cair dan padat menyesuaikan tekanannya. Jika ditekan secara perlahan teksturnya cair, jika ditekan secara kuat teksturnya akan memadat.

Selain seru untuk dimainkan, permainan ini juga bisa dimanfaatkan untuk melatih sensorik anak dalam mengenal tekstur suatu benda.

Jika Anda cukup sibuk untuk membuat mainan sendiri, Anda hanya perlu mencari grosir mainan murah meriah supaya mendapatkan mainan dengan harga miring. Sangat direkomendasikan untuk membeli mainan edukatif dan mainan yang menuntut aktivitas fisik supaya bisa mengoptimalkan perkembangan anak.

 

Manfaat Bermain untuk Perkembangan Anak

Profesor Doris Fromberg adalah seorang Direktur Pendidikan Guru Anak Usia Dini di Universitas Hofstra. Pada ceramah Ted Talk, dia menyampaikan bahwa permainan sangat penting dalam proses belajar anak usia dini.

Aktivitas bermain bagi buah hati Anda adalah sarananya untuk belajar. Sebagai orang tua, Anda bisa memfasilitasi anak dengan memberikan sarana permainan. Tidak perlu mainan mahal, mainan murah meriah seperti di atas juga bisa mendukung proses belajar anak dan menstimulasi tumbuh kembang anak.

Lebih jelasnya, berikut ini adalah manfaat permainan bagi tumbuh kembang anak.

 

1. Sebagai Tempat Menyalurkan Imajinasi untuk Meningkatkan Kreativitas

Sally Goddard Blythe, seorang psikolog anak dan menjabat sebagai direktur Institute for Neuro-Physiological Psychology menyatakan bahwa imajinasi sangat penting untuk mendukung perkembangan anak.

Proses berimajinasi terjadi saat anak sedang bermain. Pada proses imajinasi, anak akan membuat suatu gambaran visual di pikirannya kemudian anak mengeksplorasi gambaran tersebut menjadi suatu perilaku tertentu.

Saat bermain, anak biasanya akan meniru kegiatan orang dewasa atau meniru suatu figur tertentu. Dalam dunia imajinya, anak bisa melakukan eksplorasi menembus batasan fisikal. Dia bisa menciptakan suatu ide atau gagasan yang bahkan di luar pemikiran umum.

Anak yang terbiasa berimajinasi biasanya akan tumbuh menjadi sosok yang kreatif. Kreativitas yang dia miliki akan mendukung sendi-sendi kehidupannya ketika dewasa. Kreativitas tersebut mampu meningkatkan daya ciptanya dan mendorong kemampuannya mengatasi masalah.

 

2. Membantu Mengembangkan Ketangkasan & Melatih Motorik Anak

Pada masa pra sekolah dan awal sekolah, otot-otot pada anak sedang dalam proses perkembangan. Supaya otot berkembang dengan optimal, sebagai orang tua Anda perlu menstimulasinya. Mengajaknya bermain bisa menstimulasi pertumbuhan otot-otot tersebut supaya menjadi lebih optimal.

Ketangkasan adalah kemampuan seseorang dalam hal fisikal atau kemampuan gerak. Supaya anak tumbuh menjadi anak yang tangkas, Anda bisa mengajaknya bermain hal-hal yang menstimulasi motoriknya.

Anda bisa memainkan permainan yang merangsang motorik kecil seperti menggenggam benda, mengangkat benda, memindahkan benda, dll. Motorik besar juga bisa dilatih untuk mendukung perkembangan gerakan mayor anak seperti berlari, melompat, memanjat, mengontrol keseimbangan, dll.

 

3. Meningkatkan Kekuatan & Keterampilan Fisik Anak

Sekarang ini banyak orang tua yang memberikan gadget pada anak supaya tidak rewel. Hal ini ibarat cara instan supaya anak bisa lebih tenang. Sayangnya hal ini akan mengurangi aktivitas fisik anak.

Padahal bermain yang melibatkan aktivitas fisik sangat baik untuk anak-anak. Anak-anak yang aktif bergerak relatif lebih sehat dan bisa mencegah masalah obesitas. Saat memainkan permainan yang melibatkan aktivitas fisik, mereka bisa mengeksplorasi gerak anggota tubuhnya, membuat fisiknya lebih kuat dan juga lincah.

 

4. Keterampilan Kognitif

Vilma Williams, seorang pakar pendidikan usia dini menyatakan bahwa bermain dapat merangsang kemampuan kognitif anak.

Kemampuan kognitif berkaitan dengan proses berpikir dalam memahami suatu konsep. Beberapa hal yang termasuk dalam kemampuan kognitif misalnya kemampuan mengingat, memahami bahasa, memahami emosi, mengidentifikasi objek, dll.

Anda bisa memberikan mainan yang merangsang kemampuan kognitif anak misalnya seperti puzzle, lego, plastisin, atau mainan dengan konsep warna.

Selain itu, Anda juga bisa menstimulasi kemampuan kognitif anak dengan cara terlibat langsung saat mereka sedang bermain. Anda bisa mengenalkan mereka terhadap konsep interaksi sosial, komunikasi, berbahasa, dll.

 

5. Meningkatkan Keterampilan Sosial & Emosional Anak

Selain membiarkan anak-anak bermain secara random, ada kalanya Anda perlu mengarahkan anak supaya bisa bermain bersama orang lain. Baik itu bermain dengan teman sebayanya atau Anda yang menemani mereka bermain.

Aktivitas bermain yang melibatkan orang lain akan membantu meningkatkan kemampuan sosial dan emosional anak. Mereka bisa belajar cara berinteraksi dengan orang lain dan memahami konsep emosi seperti marah, sedih, dan gembira.

 

Setelah mengetahui manfaat bermain bagi anak, Anda tentu lebih tercerahkan lagi. Memberikan pendidikan formal pada anak memang baik. Tapi, bagi usia anak-anak, permainan adalah cara yang tepat sebagai pengantar melakukan pendidikan.

Anda tidak perlu repot-repot membelikan mainan-mainan mahal atau gadget kekinian. Anda bisa memberikan mainan murah meriah. Hal tersebut tetap akan terasa seru dan menyenangkan bagi anak.

5 Mainan Murah Meriah yang Seru & Digemari Anak

1. Kotak Kardus 2. Selimut 3. Kertas 4. Alat Tulis 5. Botol Kemasan

Manfaat Bermain untuk Perkembangan Anak

1. Sebagai Tempat Menyalurkan Imajinasi untuk Meningkatkan Kreativitas 2. Membantu Mengembangkan Ketangkasan & Melatih Motorik Anak 3. Meningkatkan Kekuatan & Keterampilan Fisik Anak 4. Keterampilan Kognitif 5. Meningkatkan Keterampilan Sosial & Emosional Anak

Bahan yang digunakan untuk membuat Oobleck dari Tepung Jagung

Anda bisa membuatnya sendiri dengan tepung jagung. Bahan yang dibutuhkan hanya tepung jagung, air, dan pewarna makanan.

Artikel terkait