6 Mainan Klasik untuk Tumbuh Kembang Bayi Usia 1-12 Bulan

6 Mainan Klasik untuk Tumbuh Kembang Bayi Usia 1-12 bulan-13

Bingung memilih mainan yang paling cocok buat anak? Mainan klasik patut banget untuk dicoba, selain lebih ekonomis juga punya segudang manfaat, lho!

 

Mainan Klasik untuk Tumbuh kembang Bayi - Acosta Super Food

Siapa bilang mainan klasik kalah sama mainan kekinian, buktinya mainan ini masih diminati hingga detik ini. Bagi anda yang punya balita di rumah, mainan klasik bisa jadi pilihan terbaik. Mainan balita klasik bisa membantu untuk merangsang kemampuan sensori-motorik hingga kemampuan kognitif.

Mainan klasik yang selalu jadi andalan orangtua yang tidak pernah ketinggalan jaman, diantaranya:

1. Rattle

 

Rattle

Memiliki warna menarik dengan bunyi gemerincing menjadi ciri khas mainan rattle. Mainan klasik yang satu ini dijamin tidak akan pernah ditolak oleh bayi maupun balita anda. Mainan rattle yang dirancang agar pas di genggaman bayi dapat membantu perkembangan kemampuan motorik.

Warna-warna yang mencolok dari mainan rattle akan membantu balita membedakan warna. Tidak hanya itu, rattle dapat membantu stimulasi perkembangan kognitif dengan melatih kontrol terhadap mainan rattle.

Saat balita mulai menggenggam rattle yang kemudian digoyangkan hingga menghasilkan suara akan menjadi pengalaman berharga. Apabila diulangi secara terus-menerus maka akan tersimpan baik di memori otak balita sebagai aplikasi sebab-akibat (cause and effect).

Mainan rattle yang dijual di toko mainan kebanyakan memiliki tekstur yang berbeda di tiap sisi. Tekstur yang lembut pada salah satu sisi rattle bisa sekaligus menjadi mainan teether yang bisa dimasukkan dan dikunyah oleh bayi. Teether mampu merangsang pertumbuhan gigi baru dari bayi anda.

Pada mainan rattle juga umumnya terdapat bagian yang bisa dibolak-balik ataupun diputar yang bisa merangsang perkembangan motorik balita.

 

2. Buku

Menumbuhkan kebiasaan membuka dan melihat buku bisa dilakukan sejak dini. Buku yang ditujukan untuk balita umumnya terbuat dari kain katun, satin, atau sutra yang sangat lembut. Dengan hanya terdiri dari beberapa halaman saja, buku menampilkan gambar-gambar dengan warna yang mencolok.

Hal ini guna menarik perhatian balita saat melihat isi buku. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengenalan dini dengan buku akan membuat anak mengalami perkembangan kognitif lebih cepat.

Anda juga perlu membiasakan untuk membacakan buku untuk balita anda. Hal ini dapat membantu membangun kemampuan sosial dan emosional anak.

Bayi yang berusia 4 hingga 6 bulan mulanya akan tertarik dengan warna buku. Selanjutnya ia akan menggapai, memasukkan dalam mulut, dan membuangnya. Olehnya itu, penting untuk memilih bahan buku yang aman dan lembut.

Balita yang berusia 6 hingga 12 bulan akan mulai memahami objek dan mulai menunjukkan ketertarikan terkait isi buku. Balita anda akan mulai merespon saat anda membacakan buku dengan membuat suara.

 

3. Bola

Mainan bola tidak hanya digandrungi oleh orang dewasa, lho! Anak balita juga akan suka jika diberi mainan yang satu ini. Bola yang diperuntukkan untuk mainan balita biasanya dibuat dari bahan yang lembut dan aman untuk genggaman balita.

Warna bola yang dibuat menarik akan menyita perhatian balita. Bermain bola akan melatih motorik balita serta koordinasi tangan. Lewat pergerakan bola, balita akan mulai memahami bahwa benda bulat dapat menggelinding.

Menggelindingkan bola bolak-balik di antara ibu dan si kecil akan membangun ikatan sosial dan emosional. Memainkan bola dengan cara memantulkan, melempar ke udara hingga menendang akan menjadi hiburan sekaligus edukasi bagi balita anda.

 

4. Blocks

Siapapun pasti pernah memainkan jenis permainan yang satu ini, blocks atau balok. Mainan balok bisa dikenalkan pada balita dengan didampingi oleh orangtua.

Sebagai mainan anak balita, mainan balok dapat mengasah kemampuan motorik, sensorik, hingga kognitif. Saat balita anda sudah banyak bergerak, ia akan mulai menggapai balok, membawanya kesana kemari, hingga mulai menyusunnya sendiri.

Pengalaman ini sangat baik karena kebiasaan menyusun balok akan mengembangkan kreatifitas balita hingga dapat membedakan ukuran dan bentuk balok.

Untuk bayi di bawah satu tahun sebaiknya memilih ukuran balok yang cukup besar. Hal ini untuk mencegah bayi memasukkan mainan balok ke dalam mulut yang bisa membahayakan. Membangun dan membongkar balok-balok bersama si kecil juga akan mengakrabkan hubungan orangtua dan anak.

5. Boneka

Boneka akan selalu dicari sebagai mainan paling diminati balita. Boneka dengan berbagai macam bentuk, ukuran, serta warna membuat bayi tidak pernah bosan memainkannya. Untuk bayi, pilihlah boneka yang berbahan lembut dan nyaman buat digenggam dan dipeluk oleh bayi.

Di toko mainan, ada banyak jenis boneka yang bisa jadi pilihan. Kalau anda ingin semakin menarik perhatian balita, pilihlah boneka yang bisa mengeluarkan suara dan bisa bergerak. Bermain dengan boneka sangat penting untuk perkembangan balita. Boneka tidak hanya membantu perkembangan sensori-motorik anak.

Tapi juga menstimulasi berbagai kemampuan sosial yang penting dikenalkan pada anak sejak balita. Lewat bermain dengan boneka, balita akan mampu melatih tanggung jawab yang menjadi salah satu keterampilan sosial yang penting.

Balita akan belajar menjaga dan merawat bonekanya, bertanggung jawab atas kebersihan dan keamanan boneka. Bermain boneka yang mengeluarkan suara akan membantu balita mengenal bahasa lebih dini.

6. Mainan Musik

 

6.Mainan Musik

Mainan musik untuk bayi cukup beragam. Ada yang berupa kotak musik, instrumen musik dari kayu, tamborin, maracas baby, hingga pemutar MP3. Mainan untuk anak balita seperti ini tentu saja bisa mengasah kemampuan auditori bayi.

Mainan musik seperti tamborin dan maracas baby yang dimainkan dengan cara digoyangkan bisa membelajarkan balita terkait sebab-akibat dan melatih kontrol serta fokus dari balita anda. Mainan musik juga dapat mengasah kemampuan kognitif.

Telah banyak hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa musik dapat membantu otak bekerja lebih optimal dalam memproses informasi. Selain itu, mainan musik juga dapat mengasah kemampuan berbahasa balita anda. Mainan musik membantu balita mengekspresikan emosi selama musik mengalun.

 

Tips Memilih Mainan untuk Bayi

Untuk kebutuhan bayi dan balita, khususnya mainan anda perlu selektif dalam memilih. Hal ini untuk menjamin bahan mainan aman dan juga nyaman. Ada beberapa tips dalam memilih mainan klasik maupun mainan kekinian yang bisa anda pertimbangkan. Berikut tips selengkapnya.

1. Sesuaikan dengan Usia Bayi

Mainan untuk anak balita dan bayi penting untuk menyesuaikannya dengan usia. Biasanya pada box atau kardus mainan tertera batas usia anak yang boleh memainkan permainan yang ada dalam kardus. Namun jika tidak ada tercantum keterangan usia anak, anda bisa menanyakannya pada karyawan toko.

2. Cek Keamanan Mainan bagi Bayi

Umumnya mainan anak sudah memenuhi standar keamanan untuk digunakan oleh bayi. Tapi, sebaiknya anda melakukan pengecekan kembali untuk memastikan keamanannya.

  • Pastikan pada mainan tidak terdapat sisi atau bagian yang tajam yang bisa beresiko melukai balita.
  • Mainan tidak mengandung cat yang mudah terkelupas. Kandungan cat bisa saja menjadi racun bila tertelan oleh bayi.
  • Part atau elemen yang ada pada mainan seperti magnet, baterai, kancing, dan lainnya tidak mudah lepas yang bisa berbahaya bagi bayi
  • Pastikan juga mainan tahan banting, stabil, dan tidak mudah rusak saat dimainkan oleh bayi dan balita anda.

3. Ukuran dan Berat Mainan

Demi keamanan balita anda, ukuran serta bentuk mainan perlu menjadi perhatian. Ukuran mainan sebaiknya tidak terlalu kecil karena beresiko tertelan oleh bayi anda yang tentunya akan berakibat fatal. Ukuran ideal untuk mainan bayi setidaknya memiliki lebar 3 cm dan tinggi 6 cm.

Terkait berat mainan, pilihlah mainan yang ringan namun tetap kuat atau kokoh. Jika mainan terlalu berat dapat beresiko menimpa dan melukai balita anda. Anda dapat memperkirakan berat mainan yang ingin dibeli apakah terlalu berat buat si kecil atau tidak.

4. Bahan Mainan

Bahan atau komposisi pembuatan mainan perlu juga diperhatikan. Jangan sampai bahan yang digunakan bisa menjadi racun jika tertelan oleh balita anda. Bahan mainan yang berbahaya bagi balita dan bayi diantaranya bahan kimia seperti timah, merkuri, arsen, dan lain sebagainya.

 

Hal Lain yang Juga Penting Diperhatikan

Hindari untuk membelikan bayi mainan balon. Terdapat banyak kasus mengenai bahaya memberikan balita mainan balon. Balon memiliki resiko bisa tertelan oleh bayi sehingga bayi dapat mengalami kesulitan bernafas karena tertutupnya saluran napas balita.

Memberikan mainan yang menggunakan baterai dan magnet boleh-boleh saja, asalkan harus disertai pengawasan dari orangtua. Mainan balita sebaiknya tidak memiliki sudut yang tajam atau celah yang bisa membuat jari balita anda terjepit.

Saat baru membeli mainan dari toko, jangan langsung berikan ke anak anda. Periksa dan lepas semua label yang ada pada mainan. Jangan lupa untuk selalu mensterilkan dan bersihkan dahulu mainan sebelum diberikan pada si kecil.

Jika anda tidak begitu yakin dengan keamanan mainan bagi balita anda, membuat mainan sendiri untuk balita bisa jadi solusi. Ada banyak tutorial membuat mainan sederhana yang mudah yang bisa anda search di Google.

Mainan sederhana yang dibuat sendiri bisa dijamin keamanannya karena anda pastinya hanya akan menggunakan bahan yang tidak berbahaya bagi balita.

Nah, informasi mengenai mainan edukasi balita klasik diatas bisa jadi bahan pertimbangan anda sebelum memutuskan membeli mainan. Mainan klasik yang masih disukai hingga saat ini menjadi penanda bahwa mainan tersebut terbukti aman sekaligus edukatif. Jadi, tidak ada salahnya mencoba mainan klasik dibanding mainan kekinian yang belum tentu ramah buat anak anda.

Kapan waktu yang tepat bayi dapat diberi mainan

Waktu yang paling tepat yaitu saat bayi memasuki usia 2 bulan. Dimana bayi sudah bisa mengangkat dan membuka tangannya, maka saat itu bayi sudah bisa diberi learning tool berupa mainan.

Apakah bayi butuh mainan

Bayi sangat membutuhkan mainan. Mainan menjadi alat penting untuk merangsang perkembangan panca indera, kemampuan sensori-motorik, hingga kemampuan kognitif bayi.

Apakah mainan mendukung tumbuh-kembang bayi

Mainan yang sesuai dengan usia bayi berdampak pada perkembangan kognitif, sosial dan emosional, termasuk pula perkembangan bahasa. Mainan juga mampu mengasah keterampilan problem-solving, critical thinking dan kreativitas di usia lebih dari 6 bulan.

Artikel terkait