7 Mainan ini Dapat Mengurangi Kebiasaan Anak yang Suka Memukul

7 Mainan Ini Dapat Mengurangi Kebiasaan Anak yang Suka Memukul - Acosta Super Food

Mainan anak untuk anak anda yang terbiasa memukul, sebelumnya apakah anak anda terbiasa memukul? Apakah kondisi ini wajar terjadi pada anak? Tindak kekerasan yang dilakukan anak terlalu sering tentunya akan membuat orangtua menjadi khawatir. Sebagai orangtua, anda tidak boleh membiarkan kebiasaan buruk tersebut. Bagaimana cara mengatasi anak yang suka memukul ? Jawaban lengkapnya bisa anda temukan pada artikel berikut.

Mainan Ini Dapat Mengurangi Kebiasaan Anak yang Suka Memukul - Acosta Super Food

 

Penyebab Anak Suka Memukul

Anak yang berusia di bawah 5 tahun cenderung suka memukul orang lain. Hal ini karena di usianya tersebut mereka belum mampu mengontrol emosi dengan baik. Ada beberapa penyebab yang menjadi pemicu tindakan kekerasan pada anak, diantaranya:

1. Kontrol Emosi yang Lemah pada Anak

Kontrol emosi yang masih lemah menyebabkan anak sulit mengekspresikan emosinya. Emosi yang tidak terkontrol akhirnya disalurkan dengan memukul orang-orang yang ada di sekitarnya. Anak di bawah 5 tahun terkadang sulit menyampaikan keinginan dan pendapatnya.

Pada kondisi demikian, anak butuh pengertian dan perhatian dari orangtua untuk mencari tahu sumber penyebab emosi dari anak. Anda bisa berdiskusi dan membicarakan hal-hal yang sulit tersampaikan.

2. Anak Adalah Peniru Yang Unggul

Anak ternyata memiliki kemampuan meniru yang sangat baik. Apa yang dilihat dan didengar dari orang tua maupun orang disekitarnya sering dijadikan contoh oleh anak. Saat orang disekitarnya melepaskan emosi dengan cara memukul di depan anak, anak akan menyimpan hasil visualisasinya dalam memori ingatan.

Inilah yang menjadi alasan kenapa orangtua tidak boleh bertengkar di depan anak-anaknya. Dengan menyaksikan orang dengan bertengkar hingga memukul menyebabkan anak beranggapan bahwa hal tersebut wajar dilakukan. Alhasil, tindakan memukul bisa dijadikan tabiat serta kebiasaan anak.

3. Rasa ingin Tahu yang Tinggi

Di masa kanak-kanak rasa ingin tahu akan banyak hal sangat tinggi. Menjadi wajar jika kemudian anak melakukan eksperimen dengan melakukan banyak aksi atau tindakan termasuk memukul orang lain. Disinilah peran orangtua sangat penting untuk mengajarkan anak bahwa tindakan kekerasan tidak diperbolehkan.

Satu dua kali mungkin anak belum menanggapi peringatan anda sehingga mereka akan melakukan pemukulan berulang kali. Jika kondisi tersebut terjadi, anda jangan bosan untuk terus mengingatkan anak.

Buat anak anda paham dengan memberinya nasihat atau menunjukkan contoh efek dari tindak kekerasan yang mudah dipahami anak.

1. Anak Memiliki Masalah Terkait Neurologi

Ketidakmampuan dalam mengontrol emosi bisa jadi disebabkan karena anak mengalami masalah neurologi. Masalah neurologi seperti attention-deficit disorder, learning issues, hyperactivity disorder.

Jika anda sudah melakukan banyak cara untuk mengatasi perilaku kekerasan pada anak anda namun tidak menunjukkan tanda membaik. Terdapat kemungkinan masalah neurologi terjadi pada anak anda.

Untuk memastikannya, anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter ahli di bidang neurologi ataupun psikolog anak.

2. Kurang Tidur

Anak yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup memiliki kecenderungan lebih agresif dibanding anak yang tidurnya cukup. Efek dari istirahat yang tidak cukup tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa bahkan anak-anak juga ikut merasakannya.

Efek buruk ketika anak kurang tidur, mereka akan sulit mengontrol emosi, selalu bereaksi berlebihan dan selalu merasa terancam. Jadi, sangat penting pada anak-anak untuk selalu istirahat yang cukup di siang dan di malam hari.

3. Terlalu Sering Menggunakan Teknologi

Membiasakan anak bermain dengan gadget seperti tablet ataupun handphone tidak selalu baik buat anak. Ketergantungan anak pada gadget akan menurunkan kemampuannya untuk mengontrol emosi. Sama halnya ketika anak terlalu sering menonton TV.

Tontonan dari TV ataupun gadget sedikit banyak memperlihatkan adegan kekerasan seperti adegan anak memukul orangtuanya. Tayangan seperti itu bisa menjadi contoh bagi anak. Jadi, jangan buat anak anda pasif di depan TV ataupun gadget.

 

Mainan yang Dapat Mengurangi Kebiasaan Anak yang Suka Memukul

Perilaku agresif seperti memukul akan selalu menjadi tahapan tumbuh-kembang anak. Jadi sebagai orang tua anda harus siap dan tahu cara mengatasi anak yang suka memukul dan memunculkan sikap agresif. Salah satunya dengan mengalihkan perhatiannya menggunakan mainan. Berikut 7 jenis mainan yang bisa anda gunakan.

1. Mainan Pasir Kinetik

Mainan Pasir Kinetik - Acosta Super Food

Mainan pasir kinetik yang seru dan menyenangkan akan selalu menarik bagi anak. Apalagi jika anak ditemani bermain oleh teman sebayanya atau orang dewasa. Layaknya bermain pasir di pantai, anak tetap bisa bermain pasir di rumah dengan mainan pasir kinetik.

Dengan permainan ini, perhatian anak dapat teralihkan ketika mereka sedang emosi. Efek menenangkan sekaligus menyenangkan bisa anak rasakan saat bermain pasir kinetik. Emosional yang tinggi pada anak lambat laun akan berkurang karena tersalurkan melalui permainan pasir.

Fokus dan konsentrasi anak juga dapat lebih terasah. Disamping itu, keterampilan motoriknya terutama tangan dan jari akan semakin berkembang.

2. Fun-Doh Clasic

Mainan lilin anak yang menjadikan anak lebih berpikir kreatif dan dapat mewujudkan imajinasinya.
Fun-Doh mengajak si kecil tercinta untuk selalu berfikir kreatif dan berkreasi membuat masakan kesukaannya.
Fun-Doh juga memperkenalkan banyak warna loh.

Semua bahan produksi dibuat dari bahan yang aman dan sudah bersertifikat SNI.
Cocok untuk hadiah, mengisi waktu luang anak dan biarkan mereka berkreasi.

Semua bahan produksi dibuat dari bahan yang aman dan sudah bersertifikat SNI.
Cocok untuk mengisi waktu luang anak dan biarkan mereka berkreasi.

3. Squishy

Siapa yang tidak kenal dengan mainan imut nan menggemaskan yang satu ini, squishy. Permainan yang hanya bisa digenggam dan diremas ini bisa menjadi pengalih perhatian bagi anak 2 tahun suka memukul.

Tekstur squishy yang kenyal, lembut, dan nyaman di genggaman ini bisa menjadi media penyaluran energi anak saat emosinya tinggi. Dengan demikian, anak dapat mengurangi tindak kekerasan yang biasa dilakukan.

Karakter dan bentuk squishy yang lucu tidak akan pernah membuat anak anda bosan ketika memainkannya. Rasa kesal dan emosi yang tinggi dapat terlupakan ketika anak sudah bermain dengan memegang dan meremas-remas squishy.

Memainkan squishy mampu melenyapkan kecemasan pada anak yang bisa berasal dari lingkungannya. Sambil memainkan squishy bersama anak, anda bisa mendiskusikan apa saja tindakan-tindakan yang terpuji dan tidak terpuji.

Hingga menjurus untuk membahas efek negatif dari tindakan memukul yang sering dilakukan anak. Squishy merupakan mainan yang dapat mengurangi kebiasaan anak memukul. Jadi tidak salah jika anda memilih mainan ini untuk anak.

4. Permainan Drum Mini

Permainan drum mini bisa juga anda gunakan untuk mengurangi tindakan agresif pada anak. Permainan drum mini yang dilengkapi pemukul drum bisa digunakan anak saat sedang marah. Energi saat anak marah dapat disalurkan melalui media drum mini untuk menghilangkan rasa kesalnya.

Tidak hanya sebagai tempat penyaluran emosi, permainan ini mampu melatih otot tangan serta koordinasi mata. Agar tabuhan drumnya bisa dinikmati, anda bisa mengajarkan cara menghasilkan bunyi yang enak dan nyaman buat telinga anda dan anak anda.

Drum mini tidak hanya bisa menghibur si kecil tapi juga membangun mood dan suasana hati yang baik. Jadi saat anak sedang kesal, melampiaskan kekesalan dengan menabuh drum menjadi cara paling efektif untuk mencegahnya bertindak agresif.

Suara yang dihasilkan dari drum bersifat meditatif yang membuat anak lebih tenang serta rileks, juga terhindar dari rasa cemas dan tegang.

5. Bola

Bola - Acosta Super Food

Benda bulat yang menggelinding ini sangat disukai anak-anak. Anda bisa memberikan mainan bola yang sesuai usia anak. Jika masih berusia balita, berikanlah bola bertekstur lembut sedangkan untuk usia di atas 1 tahun anda bisa memberikan bola keras namun tetap ringan.

Dengan mengajak anak bermain bola saat ia sedang kesal, emosinya dapat disalurkan dengan menendang bola atau memasukkan bola kedalam keranjang. Aktivitas tersebut akan membuat anak lupa akan kekesalannya. Selain emosi anak mereda, anak akan lebih sehat dan bugar.

6. Lego

Mainan yang Dapat Mengurangi Kebiasaan Anak yang Suka Memuku - Acosta Super Food

Tidak hanya anak-anak bahkan orang dewasa pun sangat suka dengan permainan lego. Mainan yang memberi keleluasaan bagi anak untuk membentuk tiap bagian dari mainan lego akan membuat anak punya kesibukan yang positif.

Mainan ini dapat membantu anda untuk mengurangi sikap agresif pada anak. Tindakan kekerasan seperti memukul bisa dicegah dengan permainan adiktif dan tidak membosankan layaknya lego.

Bermain lego ditemani oleh kawan sebaya atau orangtua akan menjadi kesenangan tersendiri bagi anak. Ketika anak senang emosi anak menjadi lebih sehat dan terkendali sehingga dapat terhindar dari tindak kekerasan. Aspek psikososial anak dapat berkembang melalui media permainan lego.

Ketika hasil dari menyusun lego sesuai harapan anak, percaya diri akan meningkat apalagi jika diapresiasi oleh orangtua. Dengan kondisi tersebut, ada kemungkinan anak menjadi semakin suka dengan permainan lego dan akhirnya mampu meminimalkan tindakan tidak menyenangkan dari anak.

7. Puzzle

Puzzle merupakan permainan klasik yang selalu digemari anak-anak maupun dewasa. Puzzle terdiri dari potongan atau kepingan gambar dengan berbagai tema dan ukuran. Menyusun tiap potongan puzzle hingga gambar menjadi utuh kembali tentunya ampuh membuat anak anda mengisi waktu dengan hal positif.

Saat menyusun puzzle, anak akan lebih tenang dan fokus. Alhasil emosi anak yang tadinya tinggi bisa mereda saat anak fokus menyelesaikan puzzle. Puzzle juga akan melatih anak lebih sabar untuk mencari potongan puzzle yang cocok.

Ketika menyusun kepingan puzzle, anda bisa sambil berdiskusi dengan. Anda bisa memberi pengertian dan pemahaman bahwa tindakan kekerasan bukanlah tindakan terpuji.

Meredakan emosi anak dengan permainan yang adiktif dan edukatif adalah cara terbaik. Selain itu, cara mengatasi anak pemarah menurut islam juga bisa anda lakukan. Perkembangan psikososial anak di tiap tahap usianya perlu banyak perhatian serta bimbingan dari orang tua. Dengan demikian, perkembangan sosial anak bisa berproses dengan baik.

Tindakan agresif seperti kebiasaan anak yang suka memukul dapat dikurangi secara perlahan dengan memberi anak kesibukan positif. Melalui media mainan anak bisa mengubah suasana hati yang tadinya sangat kesal menjadi riang dan ceria kembali.

Apa Penyebab Anak Suka Memukul

1. Kontrol Emosi yang Lemah pada Anak 2. Anak adalah Peniru yang Unggul 3. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi 4. Anak Memiliki Masalah Terkait Neurologi

Mainan Apa yang Dapat Mengurangi Kebiasaan Anak yang Suka Memukul

1. Mainan Pasir Kinetik 2. Bola 3. Lego 4. Puzzle

Di Umur Berapa Anak Cenderung Memukul

di bawah 5 tahun cenderung suka memukul orang lain. Hal ini karena di usianya tersebut mereka belum mampu mengontrol emosi baik

Artikel terkait