Ini Dia 5 Alat Bantu Belajar Jalan Bayi, Selain Baby Walker

Ini Dia 5 Alat Bantu Belajar Jalan Bayi, Selain Baby Walker-Acosta

Dampak Negatif Baby Walker

Perkembangan anak dari merangkak hingga berjalan bisa terjadi secara natural. Namun, anak tetap butuh pendampingan untuk membantu memberi stimulasi dan menjaga keamanannya.

Alat bantu belajar jalan bayi biasa diberikan untuk melatih motorik kasar.Anda tidak bisa serta merta hanya mengandalkan alat untuk mendorong tumbuh kembang anak.

Anak juga butuh dukungan secara psikologis.Dukungan psikologis harus diberikan oleh orang tua atau orang-orang terdekat. Hal tersebut untuk mendorong keberanian anak saat mulai masuk fase belajar berjalan.

Sebagai orang tua, Anda tidak bisa sembarangan memberikan alat bantu bayi belajar jalan. Baby walker konvensional yang masih banyak diandalkan orang tua untuk membantu bayi berjalan jalan nyatanya malah menghambat pertumbuhannya.

Baby Push Walker

Ini Dia 5 Alat Bantu Belajar Jalan Bayi, Selain Baby Walker-Acosta Super Food

Di Indonesia, “tradisi” memberikan baby walker sudah terjadi selama bertahun-tahun. Masih banyak orang tua yang percaya bahwa dengan memberikan baby walker, bayi bisa lebih cepat berjalan.

Sekilas, baby walker memang membantu bayi untuk bergerak layaknya berjalan. Tapi, apakah perkembangan bayi menuju fase berjalan benar-benar bisa lebih cepat?

Nyatanya, mainan ini cukup berbahaya dan tidak direkomendasikan. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan American Academy of Pediatrics sepakat dengan hal ini. Amerika sendiri bahkan sudah menyetop penggunaan baby walker di negara mereka.

Baby walker cukup berbahaya dan beresiko mengakibatkan kecelakaan.

Sekilas permainan ini terlihat mendukung keaktifan pergerakan anak. Ada kesan bahwa anak sudah aktif berjalan, padahal hal tersebut hanya kesan palsu.

Baby walker juga bisa meluncur dengan bebas. Anak belum memiliki kontrol yang baik atas gerak tubuhnya. Pergerakan baby walker bisa sangat liar dan beresiko terjadi benturan hingga terjungkal.

Jangan sampai persepsi Anda yang salah malah mencelakai buah hati sendiri.

Baby walker konvensional yang bisa mempercepat fase berjalan anak juga hanya mitos semata. Berdasarkan penelitian, baby walker nyatanya malah menghambat perkembangan anak. Anak yang terbiasa menggunakan baby walker malah cenderung malas untuk berjalan tanpa alat ini.

Koordinasi otot yang digunakan untuk berjalan dengan pola koordinasi otot yang digunakan pada waktu menggunakan baby walker sangat berbeda.

Baby walker memang mampu membantu menguatkan otot kaki bagian bawah, tapi tidak diimbangi dengan perkembangan pada otot kaki bagian atas. Padahal untuk bisa berjalan dengan baik, mulai dari otot panggul hingga otot kaki bagian bawah harus berkembang secara seimbang.

Dengan baby walker, anak hanya bergerak sesukanya, tanpa bisa melihat pergerakan kakinya sendiri. Padahal hal ini sangat penting bagi proses perkembangan anak. Dengan melihat kakinya sendiri saat bergerak, anak sedang belajar memahami fungsi motoriknya sendiri.

 

Rekomendasi Alat Bantu Jalan Lain

1. Baby Moon Walk

Salah satu metode manual untuk merangsang bayi pada fase menuju berjalan adalah dengan cara di titah. Anak diposisikan berdiri, kemudian orang tua memegang tangannya dan dibantu untuk berjalan.

Cara ini cukup direkomendasikan oleh dokter anak.

Sayangnya, cara ini menuntut orang tua untuk terus menerus membungkuk. Jika bayi sedang aktif-aktifnya, orang tua kadang tidak cukup kuat untuk mengimbangi karena capek membungkuk.

Ada satu alat yang bisa membantu Anda. Namanya adalah Baby Moon Walk.

Dengan alat ini, Anda tidak perlu lagi membungkuk untuk memegangi tangan atau badan bayi saat menitah.

Alatnya cukup sederhana. Penopang badan bayi berbentuk seperti celana. Penopang tersebut terhubung dengan tali panjang ke atas yang bisa digunakan orang tua untuk pegangan.

Bahannya yang terbuat dari kain membuat bayi merasa lebih nyaman. Alat ini cukup kuat untuk menopang berat badan bayi normal.

Karena bentuknya yang sederhana, alat ini bisa diringkas dan di bawa ke mana-mana.

Alat untuk belajar jalan bayi ini harganya tidak akan membuat kantong Anda menjerit. Harganya ada yang 20 ribuan hingga 80 ribuan.

 

2. Baby push walker

Ini Dia 5 Alat Bantu Belajar Jalan Bayi, Selain Baby Walker-Acosta Super Food

 

Saat baby walker mulai tidak direkomendasikan, produsen mainan bayi mulai memproduksi mainan penggantinya bernama Baby Push Walker.

Seperti namanya, cara menggunakan alat ini adalah dengan cara didorong. Anda bisa membayangkan troli belanja di supermarket. Kira-kira konsep mainannya seperti itu.

Hal ini terbilang lebih efisien untuk merangsang motorik anak.

Anak bisa berdiri sendiri dengan berpegangan pada handle mainan, tanpa penopang. Hal ini bisa melatih keseimbangan anak. Otot panggul hingga tungkainya juga bisa dilatih.

Saat anak berjalan, mainan ini akan ikut bergerak maju. Anak akan terangsang untuk mengikuti pergerakan mainan.

Alat ini juga bisa melatih keberanian pada proses tumbuh kembangnya. Dia bisa berani melangkah dan bergerak tanpa bantuan orang lain.

Dibandingkan baby walker, alat ini terbilang lebih aman. Resiko tergelincir lebih kecil. Anda juga bisa memilih baby push walker yang memiliki fitur anti selip sehingga mainan bisa bergerak dengan lebih stabil.

Biarpun demikian, pengawasan Anda sebagai orang tua tetapkan dibutuhkan. Saat push walker bergerak terlalu cepat, Anda harus sigap menahannya. Jagai anak supaya tidak terbentur atau bergerak ke area yang berbahaya.

Pada baby push walker biasanya juga terdapat sejumlah mainan tambahan. Mainan yang bisa dimainkan anak saat duduk. Jenis mainan yang bisa memberi rangsangan positif bagi anak.

Anda bisa menemukan sejumlah rekomendasi alat untuk belajar bayi Tokopedia dengan harga senilai dengan fitur-fitur yang diberikan.

Harga mainan ini ada yang 400 ribuan, bahkan ada juga yang sampai jutaan.

 

3. Funky Footprints

Supaya proses belajar berjalan lebih menyenangkan, funky footprint bisa Anda gunakan sebagai penunjang saat menitah bayi.

Bentuknya berupa karpet dengan sejumlah gambar tapak kaki. Anda bisa menitah anak dan mengarahkannya untuk melangkah di tiap-tiap gambar tapak kaki.

Ketika terinjang, akan ada lampu kelap-kelip dan juga suara musik yang bisa merangsang bayi. Hal tersebut juga terasa lebih menyenangkan bagi bayi daripada sekedar melangkah biasa.

Alat belajar jalan bayi ini bisa Anda dapatkan di berbagai marketplace dengan harga sekitar 300 ribuan.

 

4. Sepatu Prewalker

Sebenarnya, pada proses belajar berjalan, bayi disarankan untuk terbiasa tanpa alas kaki. Hal ini untuk merangsang sensorik di telapak kakinya.

Namun pada momen-momen tertentu, Anda bisa memberikan sepatu prewalker untuk mengenalkan pada bayi berbagai tekstur dan kondisi saat berjalan. Bayi akan merasakan perbedaan proses saat berjalan dengan telanjang kaki dan menggunakan alas kaki.

Sepatu prewalker juga berfungsi untuk melindungi kaki bayi supaya tidak mudah luka saat beraktifitas. Pilih bahan yang membuat nyaman bayi sehingga bayi tidak rewel saat memakainya.

 

5. Kursi Plastik & Kardus

Bagi Anda yang ingin berhemat, ada beberapa perabot di rumah yang bisa digunakan sebagai alat belajar jalan untuk bayi.

Salah satu yang bisa digunakan adalah kursi plastik. Kursi plastik cukup kokoh menjadi tempat berpegangan bayi dan mudah didorong.

Selain kursi plastik, Anda juga bisa menggunakan kardus berukuran agak besar. Anda bisa memasukan beberapa mainan ke dalam kardus untuk memberi sedikit beban.

Sediakan area yang luas dan biarkan anak bermain dengan mendorong kursi atau kardus tersebut.

 

Tahapan Anak Menuju Fase Berjalan

Sebelum masuk fase berjalan, anak akan mengalami beberapa tahapan. Berikut adalah tahapannya.

    • Pada usia 4-7 bulan, bayi biasanya sudah bisa duduk secara mandiri tanpa bantuan.
    • Fase merangkak biasanya terjadi pada usia 7-10 bulan. Beberapa anak tidak melewati fase merangkak, jangan khawatir akan hal ini.
    • Belajar berdiri. Fase ini biasanya terjadi antara usia 8-9 bulan. Pada usia ini otot kaki bayi sudah mulai kuat untuk menopang tubuhnya berdiri.
    • Setelah bisa berdiri, tidak lama setelahnya bayi akan mulai belajar merambat di tembok atau perabotan kokoh seperti meja, kursi atau lemari.
    • Berjalan dengan bantuan. Setelah anak sudah mulai bisa merambat, Anda bisa melatih anak berjalan dengan menitah.
    • Berjalan sendiri tanpa bantuan. Pada usia 11-15 bulan, anak sudah bisa berdiri sendiri dan mulai bisa berjalan.

Anda bisa mengkonsultasikan pada dokter anak jika fase perkembangannya terlalu lambat.

 

Tips Melatih Anak Jalan

Berikut ini adalah beberapa tips bagi orang tua untuk melatih anak berjalan :

– Menitah Anak

Cara tradisional ini masih tetap relevan hingga saat ini. Dokter anak bahkan lebih merekomendasikan cara ini daripada memberikan anak baby walker.

Caranya juga mudah. Berdirikan anak, tarik ke atas tangannya, pengangi. Dampingi saat anak mulai melangkah. Ikuti arah kemanapun dia bergerak.

Jika anak terjatuh, ajarkan juga untuk berdiri secara mandiri.

 

Ajari Cara Menekuk Lutut

Saat si Kecil sudah dapat berdiri tegak, ia pun membutuhkan bantuan agar dapat duduk kembali. Bila ia gagal melakukannya, Ibu tidak perlu hanya mengangkatnya dan mendudukkannya kembali.

Lebih baik tunjukkan bagaimana si Kecil menekuk lututnya, sehingga ia dapat duduk, dan biarkan ia mencobanya beberapa kali.

Ibu dapat mengajak si Kecil berjalan dengan berdiri atau berlutut di hadapannya sambil memegang kedua tangan mungilnya dan berjalan ke arah Ibu. Letakkan Mainan di Tempat Tinggi.

 

– Latih Anak Berjalan dengan Bertelanjang Kaki

Mulai kurangi menggendong bayi. Biasakan anak menginjak lantai atau tanah.

Sehari-hari, Anda bisa melatih anak berjalan tanpa alas kaki. Cara ini berguna untuk membentuk otot kaki. Pergelangan kaki juga lebih kuat.

Bertelanjang kaki akan membiasakan telapak kaki anak menyentuh permukaan lantai atau tanah. Sensoriknya bisa terlatih. Hal ini juga melatih keseimbangkan dan kemampuan koordinasinya.

Anda bisa memberikan sepatu ketika bepergian. Pilih sepatu yang nyaman. Jangan beri sepatu dengan leher tinggi. Bagi anak, hal ini tidak ada fungsinya bahkan bisa menghambat anak saat menggerakan pergelangan kaki.

 

– Pancing Bayi Berjalan dengan Mainan

Ini Dia 5 Alat Bantu Belajar Jalan Bayi, Selain Baby Walker-Acosta Super Food

Coba letakan mainan kesukaan anak Anda di suatu tempat yang agak jauh. Rayu anak supaya bergerak mengambilnya.

Dampingi anak saat mulai bergerak meraihnya. Jagai supaya tidak jatuh atau terantuk benda keras.

 

– Ajak Berlatih dengan Bayi Sebaya yang Sudah Bisa Berjalan

Hal ini bisa mendorong bayi untuk mengikuti pergerakan temannya. Bayi bisa belajar dengan mengamati cara temannya berjalan. Lingkungan tersebut juga bisa memotivasi anak untuk berusaha segera bisa berjalan.

Perkembangan keterampilan tiap-tiap anak memang berbeda. Tidak perlu iri dengan anak lain yang perkembangannya lebih cepat dari anak Anda.

Anda hanya perlu selalu mendampingi dan memberikan rangsangan. Berikan alat untuk belajar jalan bayi dan terapkan tips-tips di atas. Biarkan anak Anda berusaha sendiri hingga bisa berjalan secara natural.

Sebutkan Rekomendasi Alat Bantu Jalan Lain

1. Baby Moon Walk 2. Baby push walker 3. Funky Footprints 4. Sepatu Prewalker

Sebutkan Dampak Negatif Baby Walker

Nyatanya, mainan ini cukup berbahaya dan tidak direkomendasikan. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan American Academy of Pediatrics sepakat dengan hal ini. Amerika sendiri bahkan sudah menyetop penggunaan baby walker di negara mereka. Baby walker cukup berbahaya dan beresiko mengakibatkan kecelakaan. Sekilas permainan ini terlihat mendukung keaktifan pergerakan anak. Ada kesan bahwa anak sudah aktif berjalan, padahal hal tersebut hanya kesan palsu. Baby walker juga bisa meluncur dengan bebas. Anak belum memiliki kontrol yang baik atas gerak tubuhnya. Pergerakan baby walker bisa sangat liar dan beresiko terjadi benturan hingga terjungkal.

Sebutkan Tahapan Anak Menuju Fase Berjalan

- Duduk - Merangkak - Belajar berdiri - Merambat

Artikel terkait